Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2022

, ,

Pengalaman Sidang Skripsi Manajemen Keuangan Online di Masa Pandemi Covid-19


Sidang skripsi bisa jadi merupakan salah satu momok mahasiswa semester akhir. Walaupun begitu, sidang skripsi tetap harus dilakukan oleh mahasiswa tentunya jika mereka ingin lulus dan secara resmi merayakan wisuda. Sebelum melakukan sidang tentunya mahasiswa sudah harus mengantongi persetujuan akan skripsi dulu dari dosen pembimbing serta mempersiapkan dokumen syarat pendaftaran sidang.


Sidang secara daring maupun luring tentunya memiliki perbedaan yang signifikan. Sidang offline memungkinkan teman-teman mahasiswa untuk memberikan gestur yang lebih kepada Bapak/Ibu dosen penguji. Sementara itu, sidang daring sekiranya akan terasa kurang menegangkan dibandingkan dengan sidang secara luring. Penulis sendiri kemarin menjalankan sidang secara online dan Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Berikut ini penulis membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa jurusan manajemen dengan konsentrasi keuangan terkait dengan persiapan, Hari-H sidang, dan kesan pesan terkait sidang online.


Persiapan Menuju Sidang

Ketika aku mendapatkan pesan dari Bapak Profesor Pembimbingku, jujur aku tidak berekspektasi akan melaksanakan sidang dengan tempo secepat itu. Sebelum menjalani sidang aku perlu untuk melakukan revisi mayor yang membuat karya tulisku perlu disesuaikan lagi dari bab pertama. Aku bersyukur sekali fase itu sudah berakhir. Oh iya, aku adalah mahasiswa jurusan manajemen keuangan dan di fakultasku sidang skripsi selalu diiringi dengan ujian komprehensif secara lisan. Untuk itu, sebelum Hari-H sidang tentunya aku perlu untuk belajar semua materi penting tentang manajemen keuangan serta konsentrasi pilihan lain (aku memilih manajemen sumber daya manusia).


Sebelum intensif belajar, aku mempersiapkan dahulu dokumen syarat sidang yang perlu dikirimkan pada bagian akademik fakultas. Setiap fakultas biasanya memiliki peraturan sendiri terkait dengan dokumen ini. Dokumen paling krusial yang paling aku ingat adalah aku harus membuat video presentasi singkat –dengan maksimal durasi 15 menit– mengenai skripsi yang sudah kubuat. Tentu saja persyaratan itu cukup challenging untukku yang kurang familiar dengan aplikasi editing video. Akan tetapi, pembuatan video presentasi ternyata cukup mudah. Teman-teman hanya perlu untuk membuat konten presentasi di Ms. Powerpoint, lakukan pengambilan video, compress video (agar ukuran file tidak terlalu besar), insert videonya ke dalam file presentasi, kemudian ekspor dalam bentuk .mp4.


Setelah semua dokumen pendaftaran siap, selama menunggu jadwal sidang, aku belajar untuk menghadapi ujian komprehensif. Selama masa penantian Hari-H sidang ini jujur saja aku suka gugup dan akhirnya melihat video youtube contoh dari pertanyaan sidang skripsi yang biasa ditanyakan oleh Bapak/Ibu dosen  penguji. Contoh dari video tersebut adalah video milik channel buiramira ini. Setidaknya aku dapat berlatih dahulu dengan beberapa pertanyaan yang mungkin saja dapat ditanyakan oleh Bapak/Ibu dosen penguji. Tidak lama kemudian, jadwal sidangku keluar bersamaan dengan nama-nama bapak dosen penguji yang akan hadir dalam sidangku.



Hari-H

Hari-H dari sidangku diawali cukup pagi yaitu pukul 08.30 WIB. Oh tidak, sebelumnya aku bangun di pukul 6 pagi untuk mandi dan melakukan persiapan serta mempersiapkan device-ku dengan matang sebelum detik-detik sidang. Musuh utama dari sidang online mungkin adalah koneksi internet. Aku sempat gusar ketika tiba-tiba wifi rumahku mati di 10 menit sebelum sidang berlangsung. Matinya koneksi ini syukurlah tidak berlangsung lama sehingga aku masih dapat bergabung dengan room zoom meeting dengan tenang. 


Saat awal pertemuan aku dan dua teman sidang di sesi pertama diperkenalkan dengan ketiga Bapak dosen penguji yang bertugas kala itu. Impresi pertamaku dengan suasana sidang ini ternyata cukup santai. Beberapa menit setelahnya, kami diuji secara bergiliran, di mana aku berada di urutan kedua sehingga aku perlu keluar dari room zoom meeting terlebih dahulu. Sebelum waktunya giliranku, aku sempat sedikit menyapa temanku satunya yang berada di giliran terakhir dan saling menguatkan satu sama lain.


Saat waktuku sudah tiba, aku mulai masuk kembali ke ruang zoom meeting, disertai dengan satu tarikan napas panjang. Saat berada di ruangan, Bapak dosen penguji mulai langsung memberikan pertanyaan terkait dengan skripsiku. Sidang skripsi yang kulakukan tidak berlangsung lama, kurang lebih mungkin hanya memakan durasi setengah jam saja karena aku tidak perlu memaparkan lagi skripsiku (cukup dengan video presentasi). Pertanyaan terkait dengan skripsiku yang aku dapatkan adalah apakah latar belakang dari skripsiku kemudian beberapa pertanyaan terkait dengan teknik metode analisis yang aku gunakan. Selain itu, ada beberapa komentar dari Bapak dosen penguji terkait dengan format penulisan tabel yang kurang sesuai pedoman akademik.


Aku bersyukur aku tidak mendapatkan revisi yang cukup banyak dari sidang skripsiku. Pertanyaan yang ada juga tidak ada yang menyudutkan dan suasana tanya jawabnya pun mengalir baik. Saat tanya jawab seputar ujian komprehensif, aku dapat menjawab pertanyaan dengan cukup baik walaupun ada satu pertanyaan kurang baik aku jawab karena cukup praktikal dan selama intensif belajar aku belajar banyak teori. Aku sarankan mungkin teman-teman perlu melihat arsip dari kakak tingkat teman-teman terkait dengan materi komprehensif yang mungkin sering ditanyakan oleh Bapak/Ibu dosen tertentu.


Kesan Pesan

Jadi, seperti itulah bagaimana sidangku berakhir. Aku merasa pengalaman sidangku cukup berkesan dan tentunya beban di hari-hari menuju sidang rasanya terangkan secara keseluruhan. Sepersekian sekon setelah giliranku, teman jadwal sesi sidang yang sama denganku mendapatkan gilirannya. Beberapa lama kemudian aku kembali masuk ruang zoom untuk mendapatkan putusan terkait dengan hasil ujianku. Aku dan kedua teman sidangku lulus dan Bapak dosen penguji berkata bahwa nilai yang kami peroleh akan diumumkan melalui platform fakultas.


Kami bertiga dipersilakan untuk memberikan beberapa patah kata sebelum akhirnya meninggalkan sesi sidang kali itu. Aku sangat senang karena akhirnya karya tulis yang aku garap selama berbulan-bulan ini telah lolos uji. Setelahnya tentunya aku berkutat dengan dokumen-dokumen persyaratan wisuda yang dilakukan tepat di bulan setelahnya. Dengan itu, sekian aku menutup cerita pengalaman sidang skripsi online ini. Jikalau ada yang sedang mempersiapkan sidang skripsi, semangat selalu ya! You got this! Apabila mungkin ada yang tertarik melihat video sidang skripsiku –walau aku agak nervous– boleh cek di link berikut . <3

 

Continue reading Pengalaman Sidang Skripsi Manajemen Keuangan Online di Masa Pandemi Covid-19

Jumat, 03 Juni 2022

, ,

Pengalaman Skripsi di Saat Pandemi Covid-19 sebagai Seorang Mahasiswi Manajemen Keuangan (Bagian 2)



Halo halo! Aku kembali ingin melanjutkan cerita kemarin seputar pengalaman skripsi sebagai mahasiswa manajemen keuangan di angkatan pandemi Covid-19. Jika ada yang mungkin belum membaca bagian pertama dari cerita ini, teman-teman bisa akses melalui link ini. Pada dasarnya, pada bagian pertama cerita pengalaman skripsi, aku membahas bagaimana penentuan judul serta proses pembuatan proposal dari tugas akhirku. Lantas bagaimana tahapan selanjutnya dari penulisan skripsiku? Mari aku tunjukkan lebih lanjut.


Pengambilan Data

Proses pengambilan data dari skripsiku cukup mudah. Skripsiku menggunakan data sekunder, data sekunder adalah data yang diambil tidak secara langsung dari sumber tertentu. Data sekunder yang aku gunakan di antara data harga saham (yang aku dapatkan dari Yahoo Finance), data jumlah kasus harian Covid-19 (berasal dari website Worldometer), serta data kapitalisasi pasar dan rasio price to book perusahaan (didapat melalui platform Reuters). 


Cara untuk memperoleh data-data ini pun tidak tergolong sulit. Aku hanya memerlukan koneksi internet yang baik untuk mengakses data-data ini. Selain itu, pihak fakultasku memiliki akses terhadap data pada platform Reuters sehingga aku tidak perlu merogoh kocek dalam untuk modal penelitian ini. Hal yang agaknya challenging untuk aku alami adalah bagaimana kali pertama aku mengakses Reuters. Kala itu device laptop yang aku gunakan harus bekerja keras untuk memproses data dari platform tersebut karena agaknya dia lumayan membutuhkan laptop dengan prosesor menengah ke atas. 


Pengolahan Data

Setelah melakukan pengumpulan data aku mulai melakukan pengolahan data dengan berbagai media yang sebelumnya telah aku tentukan. Instrumen yang akan aku gunakan untuk melakukan proses ini adalah software Microsoft Excel dan Eviews. Microsoft excel akan digunakan untuk cleaning data dan pengecekan terhadap data panel yang ada. Alasan digunakannya software ini adalah karena aku pribadi sudah familiar menggunakan Microsoft Excel. Kemudian, untuk proses regresi data, aku menggunakan software Eviews. Bagian yang menantang dari proses pengolahan data adalah aku harus dengan teliti memeriksa bahwa tanggal data yang digunakan sesuai, terlebih aku menggunakan data harian dan sewaktu-waktu bursa saham memiliki hari libur. 



Penentuan Analisis

Menurutku, analisis data merupakan proses yang paling sulit dalam proyek tugas akhir. Aku beberapa kali perlu untuk melakukan revisi untuk tahapan ini terlebih karena hasil analisis yang dirasa kurang memuaskan. Proses bimbingan selama pandemi ini seluruhnya dilakukan secara daring. Feedback sepenuhnya diberikan oleh Bapak profesor pembimbingku melalui whatsapp dan email. Sering kali aku perlu untuk menunggu beberapa saat untuk mendapat balasan dari Bapak profesor pembimbing akan tetapi aku sepenuhnya paham apabila tentunya beliau memiliki banyak kesibukan di luar menjadi pembimbing skripsi mahasiswa. Kepada teman-teman, aku sarankan untuk tetap proaktif dan memberikan reminder terhadap pembimbing teman-teman. Jangan lupa untuk tetap menjaga sopan santun ya!


Siap Sidang?

Setelah kurang lebih tiga kali revisi dan satu di antaranya merupakan revisi mayor, akhirnya aku dinyatakan dapat mengajukan prosesi sidang skripsi di bulan selanjutnya. Untuk dapat lulus dan melakukan wisuda, tentunya aku perlu untuk menjalankan sidang skripsi. Sidang skripsi ini –di program studi yang aku lakukan— selalu dibarengi dengan ujian komprehensif berbentuk ujian lisan. Aku akan menuliskan pengalamanku melakukan sidang skripsi secara online pada postingan blog ini di kemudian hari.


Pada awalnya, aku tidak menyangka akan dapat lulus dalam jangka waktu dekat waktu itu. Aku mengira akan menambah semester lagi. Alhamdulillah bulan Januari 2022 lalu aku dinyatakan lulus sidang skripsi dan dapat mengejar acara wisuda di bulan Februari. Aku sangat berterima kasih terhadap pihak-pihak yang telah mendukung dan menjadi support system yang begitu berarti dalam proses pengerjaan skripsi ini. Akhir kata, semoga saja tulisan ini dapat menjadi gambaran –mungkin– apa saja yang dilakukan oleh seorang mahasiswa dalam melakukan skripsi. Bagi teman-teman yang sedang menyusun skripsi semangat selalu ya! Pasti akan ada saat di mana Bapak/Ibu pembimbing teman-teman menyatakan teman-teman boleh maju untuk sidang.


Salam hangat.

 

Continue reading Pengalaman Skripsi di Saat Pandemi Covid-19 sebagai Seorang Mahasiswi Manajemen Keuangan (Bagian 2)

Sabtu, 28 Mei 2022

, ,

Pengalaman Skripsi di Saat Pandemi Covid-19 sebagai Seorang Mahasiswi Manajemen Keuangan (Bagian 1)

 

Apakah Menyusun Skripsi itu Mudah?

Apakah ada yang penasaran dengan bagaimana tahap atau prosedur pembuatan skripsi (terlebih di waktu pandemi)? Atau mungkin ada dari teman-teman di sini yang sedang menjalani skripsi dan sedang mencari teman seperjuangan? Percayalah teman-teman, jika kamu merasa bahwa proses penulisan karya tugas akhirmu tidak berjalan mulus, banyak kok teman lain yang merasakan hal yang sama.


Aku pernah melihat suatu postingan yang –dulu, ketika aku masih menyusun skripsi– cukup menjadi trigger bagiku. Ada seseorang yang bilang bahwa menyusun skripsi itu sebenarnya mudah dan orang itu –dengan judgement-nya– berkata bahwa yang mengalami kesulitan dalam skripsinya itu orang yang pemalas. Aku akan menyampaikan pendapatku tentang problematika ini.


Jika, kamu merasakan bahwa skripsi kamu itu lancar, satu bulan sampai tiga bulan saja sudah selesai, maka itu bagus buat kamu. Well done. Kamu keren banget. Tapi jika setelahnya kamu langsung mengecap bahwa seseorang yang skripsinya belum selesai itu karena semata-mata mahasiswanya malas, itu bukan suatu tindakan yang dapat dibenarkan. Perlu diketahui bahwa skripsi itu tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal –dalam diri seseorang– saja, akan tetapi ada juga faktor eksternal yang terkadang tidak dapat seseorang cegah atau kontrol keadaannya. Mari kita lihat saja postingan yang beberapa waktu lalu menuai ribuan impresi pada platform sosial media twitter ini. 



Postingan dari pengguna @akarliar di twitter ini menjadi salah satu pembuktian bahwa proses penyusunan skripsi selain ditentukan oleh diri kita sendiri juga ditentukan oleh lingkungan eksternal pada khususnya apakah seseorang mendapatkan lingkungan yang suportif. Jika ingin melihat ke postingan asli dari tweet di atas dapat ke link ini ya.


Mata Kuliah Penunjang Skripsi

Dari sini aku akan menceritakan lebih dalam mengenai pengalamanku dalam menghadapi skripsi sebagai mahasiswi manajemen keuangan. Mungkin aku nanti akan membagi tulisan ini menjadi dua bagian karena ternyata konten tulisannya lebih banyak dari yang kuduga. Aku jujur saja merupakan seseorang yang sangat awam dengan penelitian. Aku sangat bersyukur memiliki beberapa bekal dari mata kuliah yang sebelumnya aku ambil khususnya mata kuliah seminar keuangan, metode penelitian, dan penilaian bisnis.


Mata kuliah seminar keuangan memberikan pembelajaran yang lebih mengenai cara memilih jurnal acuan yang baik. Selain itu, mata kuliah seminar keuangan di kelasku juga memiliki suatu objective untuk membiasakan mahasiswa dalam membaca dan memahami jurnal internasional. Mata kuliah metode penelitian pun memberikan banyak sekali insight terkait dengan pemilihan variabel penelitian serta penentuan teknik analisis data. Mata kuliah yang sering kali disingkat dengan mata kuliah Metopen ini banyak berkaitan dengan hal-hal teknis.


Karena pentingnya kedua mata kuliah tersebut, aku sangat menyarankan teman-teman yang akan melakukan skripsi untuk memperhatikan kedua mata kuliah tersebut dengan baik ya! Selain itu, aku tadi juga menyebutkan mata kuliah penilaian bisnis yang telah memberikan kontribusi besar dalam skripsiku. Sebenarnya, aku merasa mata kuliah tersebut begitu penting, karena waktu itu aku diajarkan dalam penggunaan aplikasi analisis data yang aku gunakan dalam skripsi. Aku bersyukur sekali mendapatkan pengenalan terhadap aplikasi Eviews, sehingga selanjutnya dalam tahap pengolahan data aku tidak begitu bingung. Kalau teman-teman mendapatkan tugas atau materi mengenai penggunaan aplikasi pengolahan data seperti SPSS, Eviews, Stata, dan lain sebagainya, harap diperhatikan baik-baik ya penggunaannya.



Penentuan Judul dan Penulisan Draft

Aku memulai skripsiku pada awal semester genap di mana saat itu sekitar bulan Februari 2021. Sebelum memasuki semester baru aku memutuskan untuk berkenalan terlebih dahulu dengan bapak dosen pembimbingku. Dalam prosesi perkenalan tersebut, aku juga berencana untuk mengirimkan draft skripsiku. Sebelum mengirimkan draft tersebut, tentunya aku menentukan dahulu judul dari skripsi yang akan aku kerjakan ke depannya.


Pada saat itu, pandemi Covid-19 masih terjadi –malah mungkin kasusnya sedang sangat tinggi– di Indonesia. Pandemi di Indonesia sendiri seingatku dimulai pada bulan Maret tahun 2020. Aku teringat bahwa di mata kuliah seminar keuangan pernah dibahas bahwa topik mengenai Covid-19 pada saat itu sangat hangat untuk menjadi topik penelitian. Walaupun begitu, kita mungkin dapat mengetahui bahwa sumber rujukan dari topik ini masih sangat sedikit.


Akan tetapi, aku merasa tertantang untuk mengetahui lebih lanjut apakah pandemi Covid-19 sekiranya dapat memberikan pengaruh dalam dunia keuangan. Untuk itu, aku mulai melakukan riset dan mencari-cari jurnal yang mungkin dapat aku replikasi atau modifikasi –tentunya dengan pembedaan dan pengembangan– nantinya. Aku berkeliling (tidak secara literal: berselancar di internet) entah itu dari platform Google Scholar maupun di akses jurnal online kampus (http://ezproxy.ugm.ac.id/). Aku juga tidak lupa untuk mengunduh dan membaca dengan teliti pedoman penulisan karya tulis ilmiah di kampus, serta meminjam dua skripsi dari kakak tingkat melalui platform Electronic Theses & Dissertations UGM.


Pada akhirnya, aku menemukan satu jurnal kala itu. Aku berpikir bahwa dia memiliki topik menarik yaitu apakah seberapa contagious-nya pandemi Covid-19 (direpresentasikan oleh pertumbuhan harian kasus Covid-19) dapat memberikan pengaruh terhadap return saham perusahaan. Aku memutuskan untuk melakukan replikasi dari jurnal tersebut. Aku membedakan sampel dan konteks kasus dan menyesuaikannya dengan konteks Indonesia. Setelah memutuskan judul juga hal-hal esensial seperti sampel dan teknik analisis data, aku membuat file dengan format ppt dan mengirimkan draft tersebut beserta perkenalan dengan bapak dosen pembimbingku.


Penyusunan Proposal (Bab Satu hingga Tiga)

Setelah beberapa saat menunggu, aku mendapatkan balasan dari bapak dosen pembimbing. Dalam pesan tersebut, aku diundang untuk masuk ke dalam grup Whatsapp –platform chatting– bimbingan dan kebetulan teman bimbingan dari program studi sarjana waktu itu hanya ada dua orang. Mahasiswa bimbingan lainnya merupakan mahasiswa S2 yang menyusun tesis. Pada pesan tersebut, Bapak Profesor pembimbingku memberikan beberapa arahan tentang skripsiku dan menyarankan untuk lanjut ke tahap penulisan proposal atau bab satu hingga tiga dari skripsiku.


Tahap penyusunan proposal ini rasanya cukup challenging. Aku perlu menuliskan introduksi dan dasar penulisan yang jelas dan lugas pada tahap awal skripsiku. Sampel yang aku pilih untuk skripsiku adalah perusahaan yang ada pada indeks LQ45. Perusahaan yang berada pada indeks LQ45 dipertimbangkan merupakan perusahaan-perusahaan yang memiliki likuiditas paling lancar dan transaksi yang masif pada pasar saham selama enam bulan. Aku berharap sampel ini dapat menjadi representasi yang bagus untuk pasar saham Indonesia.



Aku menuliskan landasan teori-teori berdasar pada jurnal serta beberapa buku. Hampir semua sumber bacaan tersebut aku dapatkan seluruhnya melalui internet. Tidak lupa hal yang pasti adalah kita perlu untuk melakukan parafrase sehingga kita tidak menyalahi etik akademik yakni tindak plagiarisme. Bab tiga aku rasa merupakan hal yang cukup teknis sehingga teman-teman perlu sangat berhati-hati dengan bab ini. Aku merasa bahwa tahap menentukan model matematika, variabel, serta metode analisis merupakan salah satu tahap yang amat tricky karena jika salah sedikit saja, dapat memengaruhi pada umumnya seluruh tahapan setelahnya (pengambilan data, pengolahan data, analisis, dan penarikan kesimpulan). Aku sarankan teman-teman untuk hati-hari dengan tahapan ini.


Setelah proposalku ini selesai, aku dengan segera kembali menghubungi kembali bapak profesor pembimbingku. Beliau berkata bahwa proposalku dapat dilanjutkan asalkan melakukan beberapa perbaikan –revisi– pada beberapa bagian. Proses menghubungi bapak profesor aku rasa sangat lancar. Namun, aku sepenuhnya paham apabila mungkin Beliau sedang agak sibuk dan padat kegiatan sehingga Beliau kurang memberikan respons. Hal yang perlu diingat bahwa memang mungkin kita perlu untuk terus memberikan reminder atau kembali bersapa dengan dosen pembimbing setelah beberapa saat.


Fakultasku merupakan fakultas yang tidak menyelenggarakan sidang proposal atau dapat disingkat Sempro. Untuk itu, ketika aku sudah mendapatkan persetujuan untuk melanjutkan ke tahapan pengolahan data, aku dapat langsung tancap gas untuk menyusun skripsiku sampai tahap akhir (tentunya dengan masih ada revisi). Mungkin sampai di sini dahulu sedikit cerita pengalamanku terkait dengan skripsi. Semoga kita selalu mendapatkan kelancaran dalam kehidupan kita. Aku akan melanjutkan bagian kedua untuk tulisan ini di lain waktu dan kuusahakan dapat kejar tayang secepatnya haha salam hangat semua! Jangan sungkan untuk bertanya jika ada yang ingin ditanyakan ya~







Continue reading Pengalaman Skripsi di Saat Pandemi Covid-19 sebagai Seorang Mahasiswi Manajemen Keuangan (Bagian 1)

Rabu, 27 April 2022

, , ,

Pengalaman Tes STAN (Disclaimer: Hanya sampai Tes Tahap Dua, Gan)


Politeknik Keuangan Negara-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN-STAN) merupakan salah satu sekolah tinggi yang peminatnya sangat banyak. Rumornya sekolah kedinasan memang menjadi primadona banyak orang khususnya bagi orang tua yang ingin kehidupan anaknya terjamin. Ya, aku lihat dari fenomena di dekatku kalau banyak orang tua mendorong anaknya masuk ke sekolah tinggi ini. Lulusan STAN digadang-gadang akan langsung ditempatkan untuk mengabdikan diri –bekerja– pada negara ketika lulus. Selain itu,  biaya kuliah pada sekolah tinggi ini ditanggung oleh negara sehingga pastinya terdengar menggiurkan untuk (hampir) semua orang. Salah satu seseorang yang didorong orang tua untuk ikut tes ini adalah aku. :’)


Melihat kabar bahwa STAN untuk beberapa tahun tidak menyelenggarakan tes seleksi membuat aku sedikit kaget. Aku juga bertanya-tanya mungkin ada yang penasaran dengan bagaimana tes seleksi di tahun-tahun lalu. Untuk itu, aku ingin menceritakan pengalamanku. Disclaimer terlebih dahulu: aku hanya lolos sampai tahap dua. Akan tetapi, mungkin ada sedikit pembelajaran bagi yang ingin ikut tes di tahun mendatang.


Tahap Pendaftaran

Aku ikut tes STAN di tahun 2017, memang sudah cukup lama jadi jika lupa-lupa ingat mohon dimaklumi ya! Seleksi STAN ini dilakukan secara luring –datang langsung– baik itu dari tes tertulis tahap I (tes potensi akademik dan bahasa Inggris), tes tahap II (tes kesehatan dan kebugaran), serta tes tahap III (tes kemampuan dasar). Sebelum melakukan tes, peserta mendaftar dahulu pada platform bernama www.panselnas.id. Platform website panselnas ini merupakan platform pendaftaran sekolah tinggi kedinasan terintegrasi di mana memungkinkan putra-putri bangsa untuk mendaftar pada satu saja sekolah tinggi kedinasan.



Sekolah kedinasan di Indonesia adalah di antaranya STAN, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Ilmu Imigrasi (Poltekim), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan, dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN). Artinya jika seseorang mendaftar pada STAN maka ia tidak dapat mendaftar sekolah kedinasan lain pada misalnya IPDN. Setelah melakukan pendaftaran online, jangan lupa untuk mencetak kartu pendaftaran untuk kemudian nantinya dibawa pada saat ujian tertulis.


Tes Tertulis Tahap I (Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris)

Penyelenggaraan ujian tertulis STAN hanyalah dilakukan di kota-kota besar. Aku tinggal di Kota Kabupaten yang dekat dengan kota Surakarta. Kota tempat tes STAN yang paling dekat dengan domisiliku adalah Kota Yogyakarta. Setiap kali aku akan mengikuti tes, aku harus melakukan perjalanan kurang lebih tiga jam untuk sampai lokasi. Untuk itu, aku memilih untuk untuk memesan penginapan sehari sebelum tes. Tes tahap pertama aku rasa cukup menantang. Untung saja untuk Tes Potensi Akademik (TPA) sudah aku persiapkan dengan matang karena sekaligus untuk persiapan SBMPTN. Tes bahasa inggris kurang lebih banyak terfokus pada grammar.


Tes tahap II (Tes Kesehatan dan Kebugaran)

Tes ini di awali dengan pemeriksaan kesehatan umum seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, tekanan darah, serta nantinya akan diperiksa oleh dokter berkenaan dengan detak jantung serta area perut (aspek kesehatan umum lainnya). Seingat saya, STAN memiliki persyaratan untuk tinggi badan minimal hanya untuk program studi tertentu yaitu Bea Cukai di tahun aku mendaftar. Silakan dicek pada laman resmi PKN STAN sekiranya terdapat perubahan syarat untuk pendaftaran di masa sekarang.



Untuk aspek kesehatan mata, mata minus maupun silinder bukan lah merupakan hal yang dapat menghambat kelulusan tes ini. Namun, bagi yang memiliki buta warna total, sangat disayangkan tidak dapat lolos pada STAN. Untuk aspek kesehatan gigi, aku melihat bahwa aspek ini tidak begitu diperhatikan oleh panitia, dengan begitu tidak perlu panik apabila memiliki gigi berlubang, karang gigi, dan lain sebagainya. Selanjutnya, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan umum, peserta dipersilakan untuk melakukan perjalanan ke lokasi tes selanjutnya. Betul sekali, peserta perlu untuk berlari memutari lapangan dengan durasi waktu yang ditentukan oleh panitia. Jumlah untuk lari keliling lapangan tidak ditentukan oleh panitia harus berapa kali –tergantung pada kemampuan peserta–.


Aku merasa panitia menilai pada sikap peserta dalam melalui ujian ini. Aku waktu itu hanya dapat menyelesaikan dua kali putaran di saat peserta lainnya dapat menyelesaikan kurang lebih 3 sampai 4 putaran. Di tambah lagi, waktu itu aku sadar sekali telah menunjukkan reaksi kelelahan berlebih juga tarikan napas yang begitu cepat (megap-megap), mungkin hal tersebut yang menjadikan aku kurang beruntung untuk lolos tes ini. 


Simpulan

Tips yang sekiranya bisa aku berikan untuk peserta yang mungkin akan melaksanakan tes di masa mendatang adalah jangan lupa untuk berlatih latihan soal untuk tahap tes I serta III. Peserta aku rasa juga perlu banget untuk berlatih jogging dalam jangka waktu yang cukup lama untuk dapat melatih pernapasan serta kebugaran tubuh untuk tes tahap kedua. Waktu itu, aku sadar sekali bahwa aku terlalu fokus untuk belajar material akademis sehingga ketika disuruh berlari tingkahnya seperti remaja jompo.


Hal yang begitu berpengaruh untuk dapat meningkatkan kebugaran tubuh adalah dengan konsisten berlatih, bisa dilakukan dengan jogging di sekitar rumah beberapa menit setiap harinya. Semangat ya pejuang sekolah kedinasan!

 

Continue reading Pengalaman Tes STAN (Disclaimer: Hanya sampai Tes Tahap Dua, Gan)

Selasa, 26 April 2022

, , ,

Pengalaman (Gagal) Masuk PTN Jalur SNMPTN: Catatan Suram namun Tuhan tetap Tunjukkan Jalan



Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) merupakan salah satu cara yang digunakan oleh perguruan tinggi Indonesia untuk menyaring calon mahasiswa terbaik mereka. SNMPTN ini mempertimbangkan kuota siswa eligible, ranking paralel, prestasi, dan tentunya nilai rapor yang dimiliki oleh siswa. Siswa eligible sendiri dapat diartikan sebagai siswa yang berhak untuk mengikuti SNMPTN.


Kalau bicara tentang SNMPTN, hal yang aku paling ingat adalah kenekatanku dalam memilih program studi yang aku inginkan. Hari ini aku ingin membagikan sedikit pengalaman cerita kegagalanku di SNMPTN sekaligus berbagi tips dan barangkali motivasi bagi teman-teman yang akan mengikuti seleksi ini. Siswa kelas 12 SMA biasanya telah dibekali oleh beberapa tips untuk kelulusan SNMPTN baik melalui guru Bimbingan Konseling (BK), wali kelas, maupun alumni. Ada beberapa hal yang dapat aku rangkum dari tips-tips tersebut: 


  • Pilih program studi yang benar-benar kamu minati.

Hal ini terjadi karena kamu didorong untuk mengambil apapun program studi yang kamu pilih ketika kamu lulus SNMPTN. Jika kamu tidak mengambil pilihan yang kamu pilih ketika lulus SNMPTN, maka perguruan tinggi tempat kamu mendaftar berpotensi melakukan blacklist pada sekolahmu. Kejadian ini tentunya akan memiliki imbas kepada adik kelas. Kasihan nanti adik kelas kita tidak memiliki kesempatan untuk mendaftar pada pilihan yang diinginkan karena ulah satu alumni yang melepas kelulusan SNMPTN.


  • Peluang kelulusan SNMPTN akan lebih tinggi jika terdapat alumni yang lulus pada program studi yang dipilih.

Proses Seleksi dari program SNMPTN sebenarnya merupakan salah satu rahasia dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mengapa demikian? Karena sampai saat ini kita tidak tahu dengan pasti bagaimana sistem pemilihan siswa serta apa saja faktor yang menjadi penentu dipilihnya siswa.


Aku pernah diberi cerita oleh guru BK-ku bahwa jika ada satu siswa yang lolos pada satu program studi di tahun ini, maka kemungkinan besar di tahun berikutnya akan ada adik kelas yang lolos jika memilih program studi yang sama. Selain itu, track record dari alumni juga akan sangat memengaruhi seleksi SNMPTN. Apabila ada alumni sekolah yang memiliki prestasi atau nilai yang baik, maka peluang adik kelasnya untuk diterima SNMPTN dikatakan akan lebih besar.


  • Usahakan untuk memilih program studi yang tidak ada saingannya di sekolah kita.

Hal ini berlaku ketika kamu ingin sekali untuk lulus lewat jalur SNMPTN. Pada misalnya, ketika kamu ingin memilih jurusan kedokteran UNS namun Andi dari kelas lain juga memilih program studi tersebut. Andi memiliki peringkat paralel yang lebih tinggi dari kamu dan melihat dari alumni yang lolos kedokteran UNS tahun lalu hanya satu orang, maka kamu memiliki posisi yang berisiko untuk mendaftar pada program studi ini.


Aku sarankan jika kamu berada pada situasi ini kamu perlu untuk mempertimbangkan dua hal:

  1. Sekiranya kamu sangat menginginkan program studi tersebut dan kamu bersedia untuk melakukan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) jika gagal SNMPTN kamu bisa tetap mendaftar program studi tersebut. Toh, jika kamu memilih program studi yang tidak kamu suka dan di akhir akan melepas program studi tersebut hanya akan berimbas pada adik kelas.

  2. Namun, ketika kamu hanya menginginkan untuk dapat lolos SNMPTN aku sarankan untuk memilih pilihan program studi lainnya yang tidak memiliki pesaing juga memiliki catatan alumni yang lolos pada program studi tersebut. Akan tetapi, pertimbangkan pula bahwa pilihan tersebut sudah sangat cocok denganmu sehingga kamu tidak melepas kelulusan SNMPTN tersebut di kemudian hari.


  • Diskusikan dengan orang tua, tetap belajar untuk kemudian terburuk, serta selalu berdoa dan tawakal.

Aku rasa restu dari orang tua merupakan hal yang penting. Ada kalanya terdapat orang tua yang menginginkan anaknya berkuliah di tempat yang tidak begitu jauh dengan rumah. Selain itu, aku sarankan teman-teman untuk tetap belajar untuk menghadapi SBMPTN untuk menghadapi kemungkinan terburuk jika tidak diterima di SNMPTN.




Aku merupakan seorang yang cenderung idealis. Mungkin, hal itu yang menjadi katalis kenapa aku cenderung nekat dahulu dalam menentukan pilihan untuk bangku kuliah. Aku menginginkan satu kuota pada suatu program studi yaitu Manajemen FEB UGM. Sekolah menengah tempatku belajar dapat dibilang merupakan sekolah yang berada di area yang tidak desa juga tidak kota-kota banget. Sekolah ini dibilang favorit atau tidak juga agaknya lumayan, karena banyak dari alumni SMA-ku yang diterima di PTN. 


Ketika SNMPTN aku memilih dua pilihan yaitu Manajemen UGM kemudian pilihan kedua adalah Manajemen UNS. Banyak yang bilang aku nekat karena passing grade kedua jurusan tersebut cenderung tinggi. Pun di sekolahku belum ada alumni yang lolos pada pilihan yang aku inginkan. Seperti judul dari artikel ini, layar device-ku waktu itu merah. Sebelumnya aku tidak berani buka situsnya karena takut (sudah ada firasat juga kali ya). Rasanya bisa diingat kalau sedih banget melihat grup whatsapp penuh dengan kabar gembira teman-teman yang kebanyakan lolos seleksi perguruan tinggi ini.


Akan tetapi, aku tidak patah semangat waktu itu (bohong sih, sempat down beberapa hari wkwk). Banyak yang bilang kalau banyak jalan menuju Roma. Boleh sedih untuk beberapa waktu, tapi yang terpenting adalah harus bangkit lagi menjadi lebih kuat. Aku waktu itu juga melakukan beberapa tes seleksi perguruan tinggi lain baik itu kedinasan STAN, SBMPTN, UTUL UGM, juga PMB UNDIP. Pada akhirnya, aku dapat membalaskan kegagalanku dan di sinilah aku sekarang. Aku telah menjadi alumni Universitas Gadjah Mada dengan program studi yang sama dengan pilihanku di SNMPTN. Aku waktu itu lolos melalui SBMPTN dan akan aku ceritakan pengalamanku kembali di kesempatan selanjutnya.


Simpulan

Aku menyarankan teman-teman untuk dapat berkonsultasi dengan Guru B dari sekolah jika sekiranya bingung dengan pilihan SNMPTN. Pepatah yang mengatakan “Banyak jalan menuju Roma” itu sepenuhnya benar, masih banyak cara untuk mencapai keinginan kita. Jika pun belum lolos tahun ini, masih ada harapan di tahun mendatang. Tuhan sudah menyiapkan rencana terbaik untuk kita. Untuk itu, tetap selalu semangat ya!


Continue reading Pengalaman (Gagal) Masuk PTN Jalur SNMPTN: Catatan Suram namun Tuhan tetap Tunjukkan Jalan