Rabu, 08 Juni 2022

, ,

Review Game Behind The Frame: The Finest Scenery, Game Kasual dengan Artstyle Mirip Garapan Ghibli

 


Kenalan Dulu Yuk dengan Behind the Frame: The Finest Scenery

Tempo hari lalu admin Persona Karsa baru iseng berselancar di steam (salah satu platform resmi untuk download game di PC). “Kali aja ada gim seru yang diskon”, katanya. Nah, kebetulan banget waktu itu lagi ada stamp hijau mentereng di salah satu game. Betul, game itu sedang diskon dan tentunya lumayan banget dong untuk dompet oknum ngirit seperti penulis.


Game yang kebetulan sedang diskon itu adalah Behind the Frame: The Finest Scenery. Harga permainan digital yang normalnya adalah Rp83. 999 ini, kala itu hanya tinggal Rp58.799 sudah termasuk dengan pajak. Kebetulan juga nih, katanya game ini baru saja menambah konten update atau DLC –Downloadable Content— di tanggal 2 Juni 2022 kemarin setelah game-nya rilis di 25 Agustus 2021.


Setelah ini, mari menyebut game ini sebagai Behind The Frame saja ya supaya tidak kepanjangan~! Penulis sebenarnya sudah agak familiar dengan game ini karena ada beberapa streamer yang pernah memainkannya, seperti Ike Eveland dari Nijisanji EN dan Amicia Michella dari Nijisanji ex-ID. Penulis untung saja belum melihat keseluruhan stream dari dua livers tersebut jadinya belum kena spoiler.



Satu first impression yang penulis dapatkan dari gim cantik ini adalah artstyle yang sangat sangat detail dan mirip dengan film garapan studio Ghibli! Sebelumnya … disclaimer dulu ya! Penulis bilang kemiripan gaya seni ini sebagai suatu bentuk pujian kok, karena teman-teman pasti tahu film dari studio Ghibli (seperti Howl’s Moving Castle, Ponyo, Spirited Away, dsb) punya ciri khas gaya seni tersendiri dan terkesan sangat cantik. Penulis dulunya adalah penggiat seni dan tahu sekali bahwa terpatok untuk selalu menjadikan studio Ghibli sebagai suatu kiblat seni bukan hal yang cukup baik.


Penulis sendiri berharap bahwa dengan asosiasi kemiripan gaya seni dua entitas komersial berbeda ini, dapat membuat game yang agaknya sedikit underrated ini lebih dikenal lagi. Ya, jadi sebenarnya game ini tentunya bukan proyek dari Ghibli ya teman-teman. Behind the Frame adalah game indie dari studio Silver Lining dan dipublish oleh Akupara Games dan Akatsuki Taiwan Inc. Behind the Frame ini merupakan permainan digital dengan gameplay yang casual, story rich, dan family friendly. Mungkin ada teman-teman yang jadi lebih penasaran dengan game ini? Yuk kita bahas soal sinopsis dan review game-nya menurut Persona Karsa!


Sinopsis

Behind the Frame menceritakan tentang seorang seniman yang sedang mempersiapkan karyanya untuk di-submit kepada penyelenggara pameran di New York. Teman-teman nantinya akan membantu perempuan muda ini untuk mempersiapkan karya disertai dengan mengurusi keperluan sehari-harinya (seperti menyiapkan surat lamaran submisi, memasak, dan lain-lain). Pelukis perempuan ini memiliki tetangga laki-laki dengan usia tidak lagi muda yang juga adalah seorang seniman.


Tetangganya itu tidak pernah membalas sapaan dari si pelukis perempuan. Laki-laki tua itu sering dilihat oleh si pelukis wanita sedang berkutat dengan kanvas dan cat warna-warni. Lelaki dengan jenggot putih –karena umurnya– itu sering terlihat sedang melukis ditemani dengan kucingnya berwarna oranye putih. Sang kucing seringkali tidur pulas dan meringkuk di bantal (yang terlihat empuk) di samping sosok laki-laki tua. Seiring berjalannya cerita, teman-teman akan disajikan dengan visual cutscene yang ciamik dan menentramkan hati.



Teman-teman akan menemukan twist dalam plot yang agaknya dapat membuat teman-teman tercengang. Teman-teman mungkin jadi ingin menyelesaikan kembali gim ini untuk menemukan detail dari plot twist yang teman-teman ketahui di akhir cerita. Update patch dari Behind the Frame di tanggal 2 Juni 2022 lalu menambahkan konten ‘Jack’. Jadi, teman-teman bisa menyelesaikan game Behind the Frame seperti biasanya. Kemudian, ketika teman-teman kembali ke main menu, teman-teman dapat menge-klik konten ‘Jack’ yang tidak perlu tambahan uang untuk mengaksesnya. DLC dengan nama Jack ini membuat teman-teman mengetahui sudut pandang pemeran lain (bukan dari sudut pandang pelukis perempuan lagi) dan dapat membuat teman-teman lebih paham lagi dengan keseluruhan cerita dari Behind the Frame.


Review

Okay! Tiba di saat yang sudah penulis tunggu. Tahapan di mana penulis dapat mengapresiasi karya seni dari setiap sekon gameplay dari permainan digital ini. Simak lebih lanjut ya teman-teman ….


Storyline

Dari segi pembangunan cerita, penulis merasa bahwa game ini patut untuk diacungi jempol. Jujur saja penulis tidak bisa menebak alur dari kisah yang dibangun oleh gim karya indie ini. Penulis ada sih bayangan alur ceritanya, tapi ternyata beda sekali dengan realita yang disajikan.


Penulis suka banget dengan pembawaan twist dari cerita ini yang tidak diduga dan menimbulkan banyak pertanyaan bagi pemainnya. Penulis juga suka dengan perubahan mood yang disampaikan oleh setiap chapter ceritanya. Tambahan konten ‘Jack’ jadi semakin membuat penulis paham dengan alur keseluruhan yang ingin disampaikan oleh creator.


Akan tetapi, penulis sendiri tidak bisa membayangkan bagi player yang sudah menyelesaikan game ini sebelum ada tambahan konten. Jujur sebelum penulis mengakses konten ‘Jack’ penulis lost dengan ceritanya. Video game ini hitungannya cukup pendek, mungkin jika mengebut bisa diakses dalam waktu kurang dari tiga jam dan karena itu penulis memberi rating 7/10 untuk aspek storyline dari gim ini.


Gameplay

Basis utama dari game ini selain bertumpu pada visual serta pembawaan cerita adalah beragam puzzle-nya. Kesan pertamaku akan puzzle dalam game ini adalah teka-tekinya keren banget?! Walaupun begitu, teman-teman terkadang harus banget memperhatikan detail kecil supaya nantinya teman-teman mendapat clue yang membimbing teman-teman untuk memecahkan puzzle game-nya. Ada juga puzzle yang agaknya ambigu dan mungkin membuat beberapa player (ya salah satunya penulis lmao) stuck.



Awalnya, penulis mengira penulis sendiri yang berpikir demikian, ternyata ada juga pemain lain yang berpendapat sama di salah satu review game di platform steam. Jika teman-teman penasaran dengan review player lain bisa juga yah langsung cek di laman store dari game Behind the Frame di steam, bisa akses lewat link ini. Ada pun terdapat beberapa gameplay yang sedikit berulang yang hampir membuat penulis tergoda untuk terdistraksi ke hal lain.


Akan tetapi penulis jadi tersadar bahwa pengulangan tersebut memang disengaja memberikan kesan looping yang mendukung plot twist dari alur cerita. Selain itu, beberapa bagian permainan dari game ini sangat-sangat memanjakan mata serta ada kesan satisfying di dalamnya (misal teman-teman diajak merampungkan satu lukisan dengan cat). Karena kelebihan dan kekurangan tersebut, penulis akan memberikan rating sebesar 8/10 kepada aspek gameplay dari gim Behind the Frame ini.


Visual

Selanjutnya, penulis akan membahas aspek visual dari game ini. Penulis mungkin tidak akan merasa cukup jika hanya mengucap ribuan kalimat apresiasi tentang bagaimana cantiknya visual dari game ini. Pada intinya, game ini cocok sekali jika teman-teman ingin memanjakan mata dan suka dengan detail dan game kasual. Banyak aspek dan gameplay dari game ini yang rasanya akan sangat memuaskan bagi teman-teman yang memiliki kegemaran terhadap hal-hal visual (penulis tidak akan memberi contoh hihi baiknya teman-teman langsung main saja ya).


Cantiknya game ini rasanya membuktikan bahwa creator dari game ini memiliki passion yang sangat tinggi terhadap nilai seni. Animasi cutscene game ini sangat halus. Detail sangat diperhatikan dalam game ini, contohnya ketika sang protagonis digambarkan sedang membuat ilustrasi dengan pensil, goresan gambar dari ilustrasi tersebut dibuat seakan benar-benar merupakan karya dari pensil.



Terkadang, teman-teman disajikan gambaran 3D dari suatu ruang dan nantinya teman-teman dapat melihat secara detail isi dari ruang tersebut. Penulis sangat takjub dan berandai-andai tentang seberapa effort yang sudah creator tuangkan untuk karya seni ini. Untuk aspek visual ini rasanya boleh sekali ya penulis berikan rating sempurna alias 10/10 karena gaya seninya sesuai sekali dengan selera penulis.


Soundtrack

Soundtrack menjadi nilai tambah yang tidak kalah memberikan nilai tambah bagi Behind the Frame. Penulis sangat suka bagaimana aspek suara dalam gim ini mampu memainkan emosi dari pemain dan bagaimana aspek suara mampu membantu creator membangun suasana ceritanya. Dalam satu chapter penulis memberikan soundtrack yang ceria untuk mendukung situasi pagi yang cerah dengan semangat baru dari tokohnya. Di chapter lainnya, creator membubuhkan lagu yang mendayu ditambah suara hujan untuk mendukung perubahan emosi menjadi melankolis.


Aspek soundtrack ini akan penulis beri rate 8,5/10 ya. Untuk itu, jika dirata-rata dari aspek-aspek sebelumnya, game ini punya rating 8,375/10 yeay! Kalau dari review steam sendiri game ini memiliki reputasi Overwhelmingly Positive yaitu sebanyak 96% dari 2645 player memberikan review positif pada game ini.


Recommended atau Tidak?

Nah, di bagian akhir tentunya tidak afdol kalau kita tidak membahas apakah game ini worth to buy tidak. Penulis sendiri merekomendasikan sekali game ini ketika teman-teman itu merupakan seseorang yang sangat menghargai karya seni visual. Segala aspek visual dari game ini benar-benar memanjakan mata menurut pandangan penulis.


Namun, kembali lagi tentunya kepada teman-teman. Hal yang menurutku agak kurang dari game ini adalah mungkin dari segi pendeknya storyline dari gim ini. Terkadang untuk teman-teman yang sedang hemat ongkos untuk kebutuhan hiburan rasanya sayang mungkin untuk menghabiskannya untuk game apalagi jika game-nya habis dalam sekali duduk. Memang mungkin paling pas adalah menunggu kabar diskon steam yah ahaha.



Gimana teman-teman? Tertarik main Behind the Frame ga nih? Mau dong misal ada yang mau ngerekomendasiin game kasual lainnya ke penulis! Sampai jumpa di review game selanjutnya yah~! Salam diskon steam teman-teman. :^)

Continue reading Review Game Behind The Frame: The Finest Scenery, Game Kasual dengan Artstyle Mirip Garapan Ghibli
, ,

Pengalaman Sidang Skripsi Manajemen Keuangan Online di Masa Pandemi Covid-19


Sidang skripsi bisa jadi merupakan salah satu momok mahasiswa semester akhir. Walaupun begitu, sidang skripsi tetap harus dilakukan oleh mahasiswa tentunya jika mereka ingin lulus dan secara resmi merayakan wisuda. Sebelum melakukan sidang tentunya mahasiswa sudah harus mengantongi persetujuan akan skripsi dulu dari dosen pembimbing serta mempersiapkan dokumen syarat pendaftaran sidang.


Sidang secara daring maupun luring tentunya memiliki perbedaan yang signifikan. Sidang offline memungkinkan teman-teman mahasiswa untuk memberikan gestur yang lebih kepada Bapak/Ibu dosen penguji. Sementara itu, sidang daring sekiranya akan terasa kurang menegangkan dibandingkan dengan sidang secara luring. Penulis sendiri kemarin menjalankan sidang secara online dan Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Berikut ini penulis membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa jurusan manajemen dengan konsentrasi keuangan terkait dengan persiapan, Hari-H sidang, dan kesan pesan terkait sidang online.


Persiapan Menuju Sidang

Ketika aku mendapatkan pesan dari Bapak Profesor Pembimbingku, jujur aku tidak berekspektasi akan melaksanakan sidang dengan tempo secepat itu. Sebelum menjalani sidang aku perlu untuk melakukan revisi mayor yang membuat karya tulisku perlu disesuaikan lagi dari bab pertama. Aku bersyukur sekali fase itu sudah berakhir. Oh iya, aku adalah mahasiswa jurusan manajemen keuangan dan di fakultasku sidang skripsi selalu diiringi dengan ujian komprehensif secara lisan. Untuk itu, sebelum Hari-H sidang tentunya aku perlu untuk belajar semua materi penting tentang manajemen keuangan serta konsentrasi pilihan lain (aku memilih manajemen sumber daya manusia).


Sebelum intensif belajar, aku mempersiapkan dahulu dokumen syarat sidang yang perlu dikirimkan pada bagian akademik fakultas. Setiap fakultas biasanya memiliki peraturan sendiri terkait dengan dokumen ini. Dokumen paling krusial yang paling aku ingat adalah aku harus membuat video presentasi singkat –dengan maksimal durasi 15 menit– mengenai skripsi yang sudah kubuat. Tentu saja persyaratan itu cukup challenging untukku yang kurang familiar dengan aplikasi editing video. Akan tetapi, pembuatan video presentasi ternyata cukup mudah. Teman-teman hanya perlu untuk membuat konten presentasi di Ms. Powerpoint, lakukan pengambilan video, compress video (agar ukuran file tidak terlalu besar), insert videonya ke dalam file presentasi, kemudian ekspor dalam bentuk .mp4.


Setelah semua dokumen pendaftaran siap, selama menunggu jadwal sidang, aku belajar untuk menghadapi ujian komprehensif. Selama masa penantian Hari-H sidang ini jujur saja aku suka gugup dan akhirnya melihat video youtube contoh dari pertanyaan sidang skripsi yang biasa ditanyakan oleh Bapak/Ibu dosen  penguji. Contoh dari video tersebut adalah video milik channel buiramira ini. Setidaknya aku dapat berlatih dahulu dengan beberapa pertanyaan yang mungkin saja dapat ditanyakan oleh Bapak/Ibu dosen penguji. Tidak lama kemudian, jadwal sidangku keluar bersamaan dengan nama-nama bapak dosen penguji yang akan hadir dalam sidangku.



Hari-H

Hari-H dari sidangku diawali cukup pagi yaitu pukul 08.30 WIB. Oh tidak, sebelumnya aku bangun di pukul 6 pagi untuk mandi dan melakukan persiapan serta mempersiapkan device-ku dengan matang sebelum detik-detik sidang. Musuh utama dari sidang online mungkin adalah koneksi internet. Aku sempat gusar ketika tiba-tiba wifi rumahku mati di 10 menit sebelum sidang berlangsung. Matinya koneksi ini syukurlah tidak berlangsung lama sehingga aku masih dapat bergabung dengan room zoom meeting dengan tenang. 


Saat awal pertemuan aku dan dua teman sidang di sesi pertama diperkenalkan dengan ketiga Bapak dosen penguji yang bertugas kala itu. Impresi pertamaku dengan suasana sidang ini ternyata cukup santai. Beberapa menit setelahnya, kami diuji secara bergiliran, di mana aku berada di urutan kedua sehingga aku perlu keluar dari room zoom meeting terlebih dahulu. Sebelum waktunya giliranku, aku sempat sedikit menyapa temanku satunya yang berada di giliran terakhir dan saling menguatkan satu sama lain.


Saat waktuku sudah tiba, aku mulai masuk kembali ke ruang zoom meeting, disertai dengan satu tarikan napas panjang. Saat berada di ruangan, Bapak dosen penguji mulai langsung memberikan pertanyaan terkait dengan skripsiku. Sidang skripsi yang kulakukan tidak berlangsung lama, kurang lebih mungkin hanya memakan durasi setengah jam saja karena aku tidak perlu memaparkan lagi skripsiku (cukup dengan video presentasi). Pertanyaan terkait dengan skripsiku yang aku dapatkan adalah apakah latar belakang dari skripsiku kemudian beberapa pertanyaan terkait dengan teknik metode analisis yang aku gunakan. Selain itu, ada beberapa komentar dari Bapak dosen penguji terkait dengan format penulisan tabel yang kurang sesuai pedoman akademik.


Aku bersyukur aku tidak mendapatkan revisi yang cukup banyak dari sidang skripsiku. Pertanyaan yang ada juga tidak ada yang menyudutkan dan suasana tanya jawabnya pun mengalir baik. Saat tanya jawab seputar ujian komprehensif, aku dapat menjawab pertanyaan dengan cukup baik walaupun ada satu pertanyaan kurang baik aku jawab karena cukup praktikal dan selama intensif belajar aku belajar banyak teori. Aku sarankan mungkin teman-teman perlu melihat arsip dari kakak tingkat teman-teman terkait dengan materi komprehensif yang mungkin sering ditanyakan oleh Bapak/Ibu dosen tertentu.


Kesan Pesan

Jadi, seperti itulah bagaimana sidangku berakhir. Aku merasa pengalaman sidangku cukup berkesan dan tentunya beban di hari-hari menuju sidang rasanya terangkan secara keseluruhan. Sepersekian sekon setelah giliranku, teman jadwal sesi sidang yang sama denganku mendapatkan gilirannya. Beberapa lama kemudian aku kembali masuk ruang zoom untuk mendapatkan putusan terkait dengan hasil ujianku. Aku dan kedua teman sidangku lulus dan Bapak dosen penguji berkata bahwa nilai yang kami peroleh akan diumumkan melalui platform fakultas.


Kami bertiga dipersilakan untuk memberikan beberapa patah kata sebelum akhirnya meninggalkan sesi sidang kali itu. Aku sangat senang karena akhirnya karya tulis yang aku garap selama berbulan-bulan ini telah lolos uji. Setelahnya tentunya aku berkutat dengan dokumen-dokumen persyaratan wisuda yang dilakukan tepat di bulan setelahnya. Dengan itu, sekian aku menutup cerita pengalaman sidang skripsi online ini. Jikalau ada yang sedang mempersiapkan sidang skripsi, semangat selalu ya! You got this! Apabila mungkin ada yang tertarik melihat video sidang skripsiku –walau aku agak nervous– boleh cek di link berikut . <3

 

Continue reading Pengalaman Sidang Skripsi Manajemen Keuangan Online di Masa Pandemi Covid-19

Jumat, 03 Juni 2022

, ,

Pengalaman Skripsi di Saat Pandemi Covid-19 sebagai Seorang Mahasiswi Manajemen Keuangan (Bagian 2)



Halo halo! Aku kembali ingin melanjutkan cerita kemarin seputar pengalaman skripsi sebagai mahasiswa manajemen keuangan di angkatan pandemi Covid-19. Jika ada yang mungkin belum membaca bagian pertama dari cerita ini, teman-teman bisa akses melalui link ini. Pada dasarnya, pada bagian pertama cerita pengalaman skripsi, aku membahas bagaimana penentuan judul serta proses pembuatan proposal dari tugas akhirku. Lantas bagaimana tahapan selanjutnya dari penulisan skripsiku? Mari aku tunjukkan lebih lanjut.


Pengambilan Data

Proses pengambilan data dari skripsiku cukup mudah. Skripsiku menggunakan data sekunder, data sekunder adalah data yang diambil tidak secara langsung dari sumber tertentu. Data sekunder yang aku gunakan di antara data harga saham (yang aku dapatkan dari Yahoo Finance), data jumlah kasus harian Covid-19 (berasal dari website Worldometer), serta data kapitalisasi pasar dan rasio price to book perusahaan (didapat melalui platform Reuters). 


Cara untuk memperoleh data-data ini pun tidak tergolong sulit. Aku hanya memerlukan koneksi internet yang baik untuk mengakses data-data ini. Selain itu, pihak fakultasku memiliki akses terhadap data pada platform Reuters sehingga aku tidak perlu merogoh kocek dalam untuk modal penelitian ini. Hal yang agaknya challenging untuk aku alami adalah bagaimana kali pertama aku mengakses Reuters. Kala itu device laptop yang aku gunakan harus bekerja keras untuk memproses data dari platform tersebut karena agaknya dia lumayan membutuhkan laptop dengan prosesor menengah ke atas. 


Pengolahan Data

Setelah melakukan pengumpulan data aku mulai melakukan pengolahan data dengan berbagai media yang sebelumnya telah aku tentukan. Instrumen yang akan aku gunakan untuk melakukan proses ini adalah software Microsoft Excel dan Eviews. Microsoft excel akan digunakan untuk cleaning data dan pengecekan terhadap data panel yang ada. Alasan digunakannya software ini adalah karena aku pribadi sudah familiar menggunakan Microsoft Excel. Kemudian, untuk proses regresi data, aku menggunakan software Eviews. Bagian yang menantang dari proses pengolahan data adalah aku harus dengan teliti memeriksa bahwa tanggal data yang digunakan sesuai, terlebih aku menggunakan data harian dan sewaktu-waktu bursa saham memiliki hari libur. 



Penentuan Analisis

Menurutku, analisis data merupakan proses yang paling sulit dalam proyek tugas akhir. Aku beberapa kali perlu untuk melakukan revisi untuk tahapan ini terlebih karena hasil analisis yang dirasa kurang memuaskan. Proses bimbingan selama pandemi ini seluruhnya dilakukan secara daring. Feedback sepenuhnya diberikan oleh Bapak profesor pembimbingku melalui whatsapp dan email. Sering kali aku perlu untuk menunggu beberapa saat untuk mendapat balasan dari Bapak profesor pembimbing akan tetapi aku sepenuhnya paham apabila tentunya beliau memiliki banyak kesibukan di luar menjadi pembimbing skripsi mahasiswa. Kepada teman-teman, aku sarankan untuk tetap proaktif dan memberikan reminder terhadap pembimbing teman-teman. Jangan lupa untuk tetap menjaga sopan santun ya!


Siap Sidang?

Setelah kurang lebih tiga kali revisi dan satu di antaranya merupakan revisi mayor, akhirnya aku dinyatakan dapat mengajukan prosesi sidang skripsi di bulan selanjutnya. Untuk dapat lulus dan melakukan wisuda, tentunya aku perlu untuk menjalankan sidang skripsi. Sidang skripsi ini –di program studi yang aku lakukan— selalu dibarengi dengan ujian komprehensif berbentuk ujian lisan. Aku akan menuliskan pengalamanku melakukan sidang skripsi secara online pada postingan blog ini di kemudian hari.


Pada awalnya, aku tidak menyangka akan dapat lulus dalam jangka waktu dekat waktu itu. Aku mengira akan menambah semester lagi. Alhamdulillah bulan Januari 2022 lalu aku dinyatakan lulus sidang skripsi dan dapat mengejar acara wisuda di bulan Februari. Aku sangat berterima kasih terhadap pihak-pihak yang telah mendukung dan menjadi support system yang begitu berarti dalam proses pengerjaan skripsi ini. Akhir kata, semoga saja tulisan ini dapat menjadi gambaran –mungkin– apa saja yang dilakukan oleh seorang mahasiswa dalam melakukan skripsi. Bagi teman-teman yang sedang menyusun skripsi semangat selalu ya! Pasti akan ada saat di mana Bapak/Ibu pembimbing teman-teman menyatakan teman-teman boleh maju untuk sidang.


Salam hangat.

 

Continue reading Pengalaman Skripsi di Saat Pandemi Covid-19 sebagai Seorang Mahasiswi Manajemen Keuangan (Bagian 2)